MAKALAH
PENELITIAN KUANTITATIF
Diajukan Untuk
Memenuhi Salah Satu Tugas Pada Mata Kuliah
Metodologi
Penelitian
Dosen
Pengampu : Dr. Eri. P, MT.
Oleh
:
Rico
Reynando Bandarsyah
Dino
Ramadhan
Muffty
Nugroho
Edy
prasetyo
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK SIPIL
TAHUN AJARAN 2017
KATA PENGANTAR
Puji beserta syukur penulis ucapkan
kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kesehatan dan rahmat-Nya kepada
penulis sehingga penulis bisa menyelesaikan laporan ini tepat pada waktunya.
Shalawat beriringan salam penulis doakan kepada Allah SWT agar senantiasa
tercurahkan buat tambatan hati pautan cinta kasih yakninya Nabi Muhammad SAW.
Ucapan terima kasih penulis sampaikan
kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam penyusunan makalah ini secara
umumnya dan kepada Dosen Pembimbing Metode Penelitian secara
khususnya.
Penulis menyadari dalam penulisan
makalah ini banyak terdapat kekurangan karena penulis masih dalam tahap
pembelajaran. Namun, penulis tetap
berharap agar makalah ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca.
Kritik dan saran dari penulisan
makalah ini sangat penulis harapkan untuk perbaikan dan penyempurnaan pada
makalah penulis berikutnya. Untuk itu penulis ucapkan terima kasih.
Metro,
27 April 2017
Kelompok5
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.............................................................................................
DAFTAR ISI...........................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang..................................................................................................
B. Rumusan Masalah..............................................................................................
C. Tujuan Penulisan................................................................................................
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Penelitian Kuantitatif .........................................................................
B. Ciri-ciri Penelitian Kuantitatif .............................................................................
C. Langkah-langkah
Pokok Penelitian
Kuantitatf ....................................................
D. Penggunaan
Metode Penelitian
Kuantitatif..........................................................
E. Proses Penelitian
Kuantitatif................................................................................
C. Kelebihan
dan kekurangan Penelitian
Kuantitatif.................................................
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan........................................................................................................
B. Saran.................................................................................................................
DAFTAR KEPUSTAKAAN...................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Masalah
Rancangan atau desain penelitian
dalam arti sempit dimaknai sebagai suatu proses pengumpulan dan analisis
penelitian. Dalam arti luas rancangan penelitian meliputi proses perencanaan
dan pelaksanaan penlitian. Dalam rancangan perencaan dimulai dengan megadakan
observasi dan evaluasi terhadap penelitian yang sudah dikerjakan dan diketahui,
sampai pada penetapan kerangka konsep dan hipotesis penelitian yang perlu
pembuktian lebih lanjut. Rancangan pelaksanaan penelitian
meliputi proses membuat percobaan ataupun pengamatan serta memilih pengukuran
variabel, prosedur dan teknik sampling, instrument, pengumpulan data, analisis
data yang terkumpul, dan pelaporan hasil penelitian.
Secara umum desain atau metode
penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan
dan kegunaan tertentu. Untuk mendapatkan data yang langsung valid dalam
penelitian sering sulit dilakukan, oleh karena itu data yang telah terkumpul
sebelum diketahui validitasnya, dapat di uji melalui pengujian reliabilitas dan
obyeksitas. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa penelitian kuantitatif
adalah penelitian yang menggunakan angka-angka. Angka-angka tersebut digunakan
sebagai representasi dari informasi yang didapatkan dalam penelitian.
Data yang didapatkan selama penelitian
disajikan dalam bentuk angka, statistik dan sebagainya yang kemudian dianalisa
dan disimpulkan. Jadi penelitian kuantitatif adalah penelitian yang bersifat
deduktif, yakni dari khusus ke umum atau bersifat menggenaralisasi data-data
yang didapatkan di lapangan kepada sebuah kesimpulan umum.
Metode penelitian kuantitatif dapat
diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat
positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu,
random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data
bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah
ditetapkan.
B. Rumusan
Masalah
1. Apa Pengertian Penelitian Kuantitatif?
2. Apa Saja Ciri-ciri Penelitian Kuantitatif?
3. Bagaimana Langkah-langkah Pokok pada Penelitian Kuantitatif?
4. Bagaimana Penggunaan Metode Penelitian Kuantitatif?
5. Bagaimana Proses Penelitian Kuantitatif?
6. Apa Kelebihan dan Kekurangan
Menggunakan Penelitian Kuantitatif?
C. Tujuan Penulisan
1. Memahami
Pengertian Penelitian Kuantitatif.
2. Mengetahui Ciri-ciri Penelitian Kuantitatif.
3. Memahami Langkah-langkah Pokok pada Penelitian Kuantitatif.
4. Mengetahui Penggunaan
Metode Penelitian Kuantitatif.
5. Mengetahui Proses Penelitian Kuantitatif.
6. Mengetahui
Kelebihan dan Kekurangan Menggunakan
Penelitian Kuantitatif.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Penelitian Kuantitatif
Penelitian kuantitatif merupakan
salah satu jenis penelitian yang spesifikasinya adalah sistematis, terencana,
dan terstruktur dengan jelas sejak awal hingga pembuatan desain penelitiannya. Definisi lain menyebutkan penelitian kuantitatif adalah
penelitian yang banyak menuntut penggunaan angka, mulai dari pengumpulan data,
penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dari hasilnya. Demikian
pula pada tahap kesimpulan penelitian akan lebih baik bila disertai dengan
gambar, table, grafik, atau tampilan lainnya. Namun bukan berarti penelitian
kuantitatif bersih dari data yang berupa informasi kualitatif. Penelitian kuantitatif ini
menekankan pada hasil survey sedangkan penelitian kualitatif yang
menekankan pada studi kasus.
Penelitian kuantitatif dapat diartikan
sebagai penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk
meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada
umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrument
penelitian, analisis data bersifat statistik dengan tujuan untuk menguji
hipotesis yang telah ditetapkan.
Tujuan Penelitian Kuantitatif adalah
mengembangkan dan menggunakan model-model matematis, teori-teori dan hipotesis
yang dikaitkan dengan fenomena
alam. Penelitian
kuantitatif banyak digunakan untuk menguji suatu teori, untuk menyajikan suatu
fakta atau mendeskripsikan statistik, untuk menunjukkan hubungan antarvariabel,
dan ada pula yang bersifat mengembangkan konsep, mengembangkan pemahaman atau
mendeskripsikan banyak hal, baik itu dalam ilmu-ilmu alam maupun ilmu-ilmu
social.
B.
Ciri-ciri Penelitian Kuantitatif
1. Cara samplingnya berlandaskan pada
asas random.
2. Instrumen
sudah dipersiapkan sebelumnya dan di lapangan tinggal pakai.
3. Jenis
data yang diperoleh dengan instrumen-instrumen sebagian besar berupa angka atau
yang diangkakan.
4. Teknik
pengumpulan datanya memungkinkan diperoleh data dalam jumlah banyak dan dalam
waktu yang relatif singkat.
5. Teknik
analisis yang dominan adalah teknik statistik.
6. Sifat dasar analisis penelitian
deduktif dan sifat penyimpulan mengarah ke generalisasi.
C.
Langkah-Langkah pada
Penelitian Kuantitatif
Pada prinsipnya penelitian
kuantitatif adalah untuk menjawab masalah. Masalah adalah penyimpangan dari apa
yang seharusnya dengan apa yang terjadi sesungguhnya. Dari hal tersebut maka
kita dapat melakukan beberapa langkah penelitian untuk menjawab masalah
tersebut, antara lain :
1. Tahap Konseptual
Merumuskan dan membatasi masalah,
meninjau kepustakaan yang relevan, mendefinisikan
kerangka teoritis, merumuskan hipotesis. Tahap ini termasuk merenungkan, berpikir, membaca,
membuat konsep, revisi konsep, teoritisasi, bertukar pendapat, konsul
dengan pembimbing, dan penelusuran pustaka. Mengeksploitasi, perumusan, dan
penentuan masalah yang akan diteliti. Penelitian kuantitatif dimulai dengan
kegiatan menjajaki permasalahan yang akan menjadi pusat perhatian peneliti dan
kemudian peneliti mendefinisikan serta menformulasikan masalah penelitian
tersebut dengan jelas sehingga mudah di mengerti.
2.
Fase Perancangan dan Perencanaan
Memilih rancangan penelitian,
mengidentifikasi populasi yang diteliti, mengkhususkan metode untuk mengukur
variabel penelitian, merancang rencana sampling, mengakhiri dan meninjau
rencana penelitian, melaksanakan pilot penelitian dan membuat revisi.
3.
Fase Empirik
Pengumpulan data, penyiapan data
untuk analisis atau mengumpulkan data penelitian dari
lapangan.
4.
Fase Analitik
Mengolah dan menganalisis data hasil
penelitian. Data yang dikumpulkan dari lapangan diolah dan dianalisis untuk
menemukan kesimpulan-kesimpulan, yang diantaranya kesimpulan dari hasil
pengujian hipotesis penelitian.
5.
Fase Diseminasi
Pada tahap akhir, agar hasil
penelitian dapat dibaca, dimengerti dan diketahui oleh masyarakat luas, maka
hasil penelitian tersebut disusun dalam bentuk laporan hasil penelitian.
D.
Penggunaan Metode Kuantitatif
Metode kuantitatif dapat digunakan
apabila :
1. Bila masalah yang merupakan titik
tolak penelitian sudah jelas.
2. Bila peneliti ingin mendapatkan
informasi yang luas dari suatu populasi.
3. Bila ingin diketahui pengaruh
perlakuan/treatment tertentu terhadap yang lain.
4.
Bila peneliti bermaksud menguji
hipotesis penelitian.
5.
Bila peneliti ingin mendapatkan data
yang akurat, berdasarkan fenomena yang empiris dan dapat
diukur.
6. Bila ingin menguji terhadap adanya
keragu-raguan tentang validitas pengetahuan, teori dan produk tertentu.
E.
Proses Penelitian Kuantitaif
Proses penelitian yang dimaksud
adalah kerangka kerja peneliti dalam melakukan penelitian kuantitatif. Minimal
ada enam langkah yang harus dilakukan oleh peneliti yang meliputi:
1. Mengeksplorasi, merumuskan dan penentuan masalah yang akan
diteliti seperti:
a.
Topik
b.
MasalahAdapun pertimbangan dalam
memilih masalah minimal ada dua hal:
1. Pertimbangan objektif
Maksud dari pertimbangan objektif disini adalah pertimbangan
berdasarkan masalah itu sendiri, layak tidak layak masalah itu diangkat.
Penentuan kelayakan masalah itu minimal didasarkan pada pertimbangan kualitas
masalah itu dan dapatnya masalah itu dikonseptualisasikan.
2. Pertimbangan subjektif
Pertimbangan subjektif adalah pertimbangan seputar
kredibilitas peneliti terhadap apa yang akan ditelitinya. Sehingga hal-hal yang
dipertimbangkan disini mencakup minat, dana, kemampuan, waktu dan lain-lain
yang dimiliki peneliti terhadap masalah yang akan ditelitinya.
Sumber Masalah
Stoner mengemukakan bahwa
masalah-masalah dapat diketahui atau dicari apabila:
1)
Terdapat
penyimpangan antara pengalaman dengan kenyataan
2) Terdapat penyimpangan antara apa yang
telah direncanakan
3)
Ada pengaduan
4)
Ada kompetisi
c.
Judul
Adapun ciri-ciri judul penelitian kuantitatif biasanya kata yang digunakan
diawal judul adalah:
1)
Hubungan
2)
Kontribusi
3)
Pengaruh
4)
Perbedaan
5)
Persepsi
2. Mendesain
model penelitian dan parameter penelitian
Untuk melangkah menuju desain penelitian kuantitatif seorang peneliti
hendaknya menentukan konsep penelitiannya. Sedangkan konsep penelitian dapat
diperoleh dengan generalisasi dan abstraksi. Generalisasi adalah proses
bagaimana memperoleh prinsip dari berbagai pengalaman yang berasal dari
literature dan empiris. Sedangkan abstraksi mencakup ciri-ciri umum yang
khas dari fenomena yang dibicarakan itu.
Hal penting lainnya yang harus
diperhatikan oleh peneliti dalam membuat konsep penelitian adalah desain
variabel dan interaksi antar variabel. Dan perlu diingat bahwa konseptualisasi
dalam penelitian kuantitatif akan terbentuk jika peneliti membaca teori yang
akan digunakan dalam penelitiannya. Apabila teori dan konsep telah terbentuk
peneliti bisa menentukan metode penelitian yang akan digunakan.
Variabel
Kuantitatif
a. Variabel Terikat
Variabel terikat adalah variabel
yang menjadi perhatian utama dan menjadi sasaran dalam penelitian.
b. Variabel Bebas
Variabel bebas adalah variabel yang
dapat mempengaruhi perubahan variabel terikat dan mempunyai hubungan positif
dan negatif.
c.
Variabel Moderator
Variabel moderator adalah variabel
yang memiliki pengaruh ketergantungan yang kuat dalam hubungan antara variabel
terikat dan variabel bebas. Kehadiran variabel moderator ini akan mengubah
hubungan awal antara variabel bebas dengan variabel terikat.
d.
Variabel Antara
Variabel antara adalah variabel yang
bisa muncul saat variabel bebas mulai mempengaruhi variabel terikat.
Hubungan antar variabel dibedakan
menjadi 3 yaitu:
a. Hubungan
simetris.
b. Hubungan
asimetris.
c. Hubungan
timbale balik.
Paradigma Penelitian Kuantitatif
Paradigma penelitian
diartikan sebagai pola pikir yang menunjukkan hubungan antara variabel yang
akan diteliti. Bentuk paradigma atau model penelitian kuantitatif:
a. Paradigma sederhana : terdiri atas satu
variabel bebas dan satu variabel terikat.
b. Paradigma sederhana beruntun : terdapat
lebih dari dua variabel, tetapi hubungannya masih sederhan
c
Paradigma ganda
dengan dua variabel bebas : terdapat dua variabel bebas dan satu variabel
terikat
d. Paradigma ganda dengan tiga variabel
bebas : terdapat tiga varibel bebas dan satu variabel terikat
e Paradigma ganda dengan dua variabel
terikat : terdapat dua variabel terikat dan satu variabel bebas
f. Paradigma ganda dengan dua varibel
bebas dan dua varibel terikat
Hipotesis Penelitian Kuantitatif
Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap
suatu masalah. Jawaban tersebut masih perlu diuji kebenarannya. Adapun cara merumuskan hipotesis minmal memenuhi 3
kriteria yaitu:
a.
Hipotesis harus mendukung judul,
masalah, dan tujuan penelitian
b.
Hipotesis harus dapat diuji
berdasarkan data empiris
c.
Hipotesis harus bersifat spesifik
Adapun jenis hipotesis dalam dunia
statistic dikenal ada 2 macam, yaitu hipotesis nol (Ho) dan hipotesis
alternative (Ha).
Populasi
dan Sampel
Populasi adalah seluruh elemen
penelitian, bisa berupa orang, produk, lembaga, dan lain-lainnya. Sedangkan
sampel adalah suatu himpunan bagian dari populasi yang anggotanya disebut
sebagai subjek, sedangkan anggota populasi disebut elemen. Banyak teori guna
mengukur jumlah sampel yang diperlukan. Missal teori Slovin, gay dan lain-lain.
3. Mendesain instrument pengumpulan
data penelitian
Instrument penelitian dalam kegiatan
penelitian ibarat sebuah jala atau jaring yang digunakan untuk menangkap data
sebanyak dan sevalid mungkin. Karena peran inilah yang menjadikan instrument
penelitian memiliki posisi amat penting dalam penelitian. Instrument penelitian
dibedakan menjadi:
a.
Wawancara (interview)
Wawancara adalah percakapan yang
dilakukan oleh peneliti dengan responden. Ada beberapa model wawancara yang
bisa dilakukan oleh peneliti. Pertama, wawancara terstruktur. Kedua
wawancara tidak terstruktur.
b.
Angket (quisioner)
Angket atau quisioner adalah daftar
pertanyaan tertulis yang telah dirumuskan sebelumnya untuk dijawab oleh
responden. Jenis quisioner bisa dibedakan menjadi dua. Pertama,
Quisioner yang diberikan secara pribadi.. Kedua, Quisioner surat.
c.
Pengamatan (observation)
Pengamatan atau observasi adalah
metode pengumpulan data yang digunakan untuk menghimpun data penelitian, dan
data penelitian tersebut dapat diamati oleh peneliti. Ada dua bentuk observasi, yaitu:
1)
Observasi Berstruktur
2)
Observasi Tidak Berstruktur
d.
Dokumentasi
Dokumentasi adalah data sekunder
yang tersimpan dalam bentuk dokumen atau file. Dokumen ini bisa berupa
buku, laporan, notulen, disc, majalah, surat kabar, foto, dan lain sebagainya.
e.
Test
Tes sebagai pengumpul data adalah
serangkaian pertanyaan dan latihan yang digunakan untuk mengukur ketrampilan,
pengetahuan, intelegensi, kemampuan, atau bakat yang dimiliki oleh individu
atau kelompok. Ada beberapa macam tes instrumen pengumpulan data, diantaranya: tes kepribadian, tes
bakat, tes prestasi, tes sikap, tes intelegensi.
Data-data yang diperoleh dari
instrument inilah yang kemudian akan dianalisis untuk menguji kesimpulan awal
(hipotesa) yang telah ditentukan peneliti. Dari penjabaran ini nampak bahwa
instrument penelitian memiliki peran yang penting dalam proses pengumpulan
data.
Instrumen yang baik harus
memenuhi dua persyaratan penting yaitu valid dan reliabilitas.
a. Validitas
Validitas adalah suatu ukuran yang
menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau keshahihan suatu instrument. Untuk
memperoleh instrument yang valid peneliti harus bertindak hati-hati sejak awal
penyusunannya
b.
Reliabilitas
Uji reliabilitas instrument
menunjukkan hasil pengukuran suatu instrument bebas dari kesalahan pengukuran.
4.
Melakukan pengumpulan data
penelitian
Proses pengumpulan data penelitian
kuantitatif harus terprogram dan terencana. Hal-hal yang harus disiapkan oleh
peneliti dalam tahap pengumpulan data adalah sebagai berikut:
a. Membuat schedule penelitian
Schedule penelitian berisi hal-hal
yang harus dikerjakan, kapan waktunya dan deadline selesai dan lain-lain.
b. Persiapan admisintrasi
Persiapan administrasi yang dimaksud
seperti meliputi persiapan surat-menyurat, pengurusan ijin penelitian,
persiapan pertemuan-pertemuan, persiapan alat-alat penelitian, dan lain-lain.
c Organisasi tim peneliti
Organisasi ini untuk penelitian
kolektif, untuk penelitian individual tidak memerlukan pengorganisasian seperti
ini.
d. Penyusunan anggaran penelitian
Bagi penelitian individual penyusunan anggaran tidak mutlak diperlukan
karena semua pengeluaran langsung dikoordinasi sendiri dengan biaya sendiri.
Tapi bagi penelitian kolektif yang membutuhkan donor dari pihak lain maka perlu
membuat rencana anggaran dana.
e. Uji coba dan revisi instrument penelitian
Adapun instrument penelitian yang membutuhkan
uji coba adalah jenis angket. Sedangkan jenis wawancara, observasi, interview,
dokumentasi dan lainnya tidak harus diuji cobakan. Karena instrument ini selalu
bersama peneliti.
f. Field workers dan tenaga
asisten
Tenaga bantu ini diperlukan biasanya
dalam penelitian kuantitatif yang dilakukan pada populasi yang sangat luas.
Sehingga peneliti membutuhkan bantuan orang lain.
g. Mengambil data dilapangan
Apabila seluruh persiapan penelitian
diatas sudah selesai maka pengumpulan data bisa dimulai. Beberapa ahli
mengatakan bahwa jika suatu penelitian sudah sampai pada pengumpulan data maka
penelitian tersebut 80% sudah selesai.
5. Mengolah dan menganalisis data hasil
penelitian
a.
Mengolah Data
Pada analisis data kuantitatif, maka
pengolahan data merupakan kegiatan pendahuluan yang meliputi tiga tahap, yaitu:
1) Tahap editing (Pemeriksaan Data)
2) Tahap coding (pembuatan kode)
3) Tahap penyederhanaan data
4) Tahap mengode data
b.
Rencana Analisis
Setelah pengolahan data selesai maka
langkah selanjutnya adalah menyusun rencana analisis. Adapun tahapan menyusun
rencana analisis meliputi:
1) Menentukan variabel yang hendak di analisis.
Pada umumnya variabel ini sudah
nampak pada hipotesis penelitian.
2) Rekontruksi variabel-variabel yang
hendak dianalisis.
Hal
ini perlu karena terkadang data yang diperoleh tidak selalu sama dengan apa
yang direncanakan. Langkah yang dilakukan adalah dengan meneliti data-data yang
diperoleh kemudian melakukan penjabaran variabel bila terdapat data yang keluar
dari prediksi. Penjabaran ini bisa dipandu dengan pengkodean yang disusun
sebelumnya.
3) Pengelompokan kategori/variabel
kedalam kategori/variabel yang baru.
Hal
ini bertujuan untuk menyederhanakan kategori jawaban yang bervariasi.
Dalampengelompokan kategori ini memperhatikan urutan kode, pemberian skor, dan
pembentukan indeks dan skala.
4) Table yang dibutuhkan.
Kebanyakan peneliti menyajikan data
yang dikumpulkan kedalam bentuk table.
5) Statistik Yang Diperlukan
Adapun
statistik yang digunakan disesuaikan dengan tujuan penelitiannya. Jika
penelitian deskriptif maka statistik yang digunakan statistic deskriptif yang
meliputi distribusi frekuensi (untuk mengethaui penyebaran), mean modus median
(untuk ukuran pemusatan data), standar deviasi (untuk mengetahui ukuran
penyimpangan).
Apabila penelitian bertujuan menguji
hipotesis maka digunakan statistic inferensial. Peneliti harus mengecek apakah
hipotesisnya terkategori hipotesis komparasi (perbedaan, perbandingan) atau
hipotesis korelasi (hubungan). Karena statistic untuk kedua hipotesis tersebut
berbeda.
c.
Analisis dan Intepretasi
Setelah
analisis data selesai dan informasi telah diperoleh maka langkah selanjutnya
adalah interpretasi hasil-hasilnya guna mencari makna dan implikasi yang lebih
luas dari hasil penelitian tersebut. Interpretasi bisa sempit dalam artian
peneliti hanya melakukan interpretasi atas data dan hubungan yang ada dalam
penelitiannya. Bisa juga luas dalam arti peneliti membandingkan hasil
analisisnya dengan kesimpulan peneliti lain.
Interpretasi pada dasarnya adalah,
suatu penafsiran atas hasil dari suatu perhitungan atau analisis data agar data
berupa angka-angka itu dapat dilihat maknanya secara verba. Adapun dalam
penelitian kuantitatif menggunakan hipotesis maka interpretasikan yang
diberikan sesuai dengan hasil uji hipotesisnya. Apabila Ho ditolak maka Ha
diterima ataupun sebaliknya. Kemudian hasil itu diterjemahkan kedalam bahasa
kualitatif.
6. Mendesain laporan hasil penelitian
Laporan penelitian adalah tahap
akhir dari penelitian kuantitatif. Laporan penelitian amat penting karena
‘benda” ini menjadi peninggalan tertulis dari suatu penelitian yang telah
dilaksanakan. Ciri laporan yang baik diantaranya adalah lengkap, ringkas dan
jelas, susunan pargaraf runtut, bahasa tepat dan lain-lain. [1]
F.
Kelebihan dan Kekurangan Penelitian
Kuantitatif
1.
Dapat
digunakan untuk menduga atau meramal
2.
Hasil
analisis dapat diperoleh dengan akurat bila digunakan sesuai aturan.
3.
Dapat
digunakan untuk mengukur interaksi hubungan antara dua atau lebil variabel
4.
Dapat
menyederhanakan realitas permasalahan yang kompleks dan rumit dalam sebuah
model.
Kekurangan Metode Kuantitatif:
1.
Berdasarkan
pada anggapan-anggapan (asumsi)
2.
Asumsi tidak
sesuai dengan realitas yang terjadi atau menyimpang jauh maka kemampuannya
tidak dapat dijamin bahkan menyesatkan.
3.
Data harus berdistribusi normal dan
hanya dapat digunakan untuk menganalisis data yang populasi atau sampelnya
sama.
4.
Tidak
dapat dipergunakan untuk menganalisis dengan cuplikan (sampel) yang jumlahnya
sedikit.
Perbedaan antara penelitian
kualitatif dengan kuantitatif dijabarkan dalam table berikut:
No
|
Unsur
|
Penelitian Kuantitatif
|
Penelitian Kualitatif
|
1
|
Kejelasan Unsur
|
Tujuan, pendekatan, subjek, sumber
data sudah mantap, dan rinci sejak awal
|
Subjek sampel, sumber data tidak
mantap dan rinci, masih flexsibel, timbul dan berkembangnya sambil jalan
|
2
|
Langkah
penelitian
|
Segala sesuatu di rencanakan
sampai matang ketika persiapan disusun
|
Baru diketahui dengan mantap dan
jelas setelah penelitian selesai
|
3
|
Sampel dan populasi
|
Dapat menggunakan sampel dan hasil
penelitiannya diberlakukan untuk populasi
|
Tidak dapat menggunakan pendekatan
populasi dan sampel. Dengan kata lain dalam penelitian kualitatif tidak
dikenal istilah populasi dan sampel, istilah yang digunakan adalah setting.
Hasil penelitia hanya berlaku bagi setting yang bersangkutan.
|
4
|
Hipotesis
|
a. Mengajukan
hipotesis yang akan diuji dalam penelitian
b. Hipotesis
menentukan hasil yang diramalkan
|
Tidak mengemukakan hipotesis
sebelumnya, tetapi dapat lahir selama penelitian berlangsung. Hasil
penelitian terbuka.
|
5
|
Desain
|
Dalam desain jelas langkah-langkah
penelitian dan hasil yang diharapkan
|
Desain penelitiannya adalah
flexible dengan langkah dan hasil yang tidak dapat dipastikan sebelumnya.
|
6
|
Pengumpulan
data
|
Kegiatan pengumpulan data
memungkinkan untuk diwakilkan
|
Kegiatan pengumpulan data harus
selalu dilakukan oleh peneliti sendiri.
|
7
|
Analisis
data
|
Dilakukan sesudah semua data
terkumpul
|
|
8
|
Pemberi
Informasi
|
Disebut
responden
|
Disebut informan
|
9
|
Data
|
Berupa data kuantitatif atau dalam
bentuk angka
|
Berupa
narasi dan angka
|
10
|
Instrumen
penelitian
|
Berupa kuisioner yang tidak boleh
diinterpretasikan oleh pengedar kuisioner dan tidak juga boleh ditambah atau
dikurangi
|
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Penelitian Kuantitatif adalah
penelitian yang ilmiah yang sistematis terhadap bagian-bagian dan fenomena serta
hubungan-hubungannya. Penelitian kuantitatif menyajikan proposal yang bersifat
lengkap, rinci, prosedur yang spesifik, literatur yang lengkap dan hipotesis
yang dirumuskan dengan jelas.
Sebuah penelitian tentunya harus
dirancang dan direncanakan terlebih dahulu. Dalam penelitian kuantitatif,
pelaksanaan penelitian meliputi proses membuat percobaan ataupun pengamatan
serta memilih pengukuran variabel, prosedur dan teknik sampling, instrument,
pengumpulan data, analisis data yang terkumpul, dan pelaporan hasil penelitian.
Selain hal-hal tersebut, peneliti juga harus memikirkan teknik, instrumen, dan
kelengkapan penelitian lainnya yang diperlukan dalam penelitian kuantitatif.
Tujuan Penelitian Kuantitatif adalah
mengembangkan dan menggunakan model-model matematis, teori-teori dan hipotesis
yang dikaitkan dengan fenomena
alam. Penelitian
kuantitatif banyak digunakan untuk menguji suatu teori, untuk menyajikan suatu
fakta atau mendeskripsikan statistik, untuk menunjukkan hubungan antarvariabel,
dan ada pula yang bersifat mengembangkan konsep, mengembangkan pemahaman atau
mendeskripsikan banyak hal, baik itu dalam ilmu-ilmu alam maupun ilmu-ilmu
social.
B.
Saran
Kami menyadari dalam pembuatan
makalah ini masih banyak kekurangan. Kami tetap berharap makalah ini tetap
memeberikan manfaat bagi pembaca. Namun, saran dan kritik yang sifatnya
membangun dengan tangan terbuka kami terima demi kesempurnaan di masa akan datang.
DAFTAR PUSTAKA
Sugiyono. 2009. Metode Penelitian
Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
https://reynandorico.blogspot.co.id/2017/05/makalah-penelitian-kuantitatif.html
https://reynandorico.blogspot.co.id/2017/05/makalah-penelitian-kuantitatif.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar